Sabtu, 29 Juni 2013

Methamorfosis di Solo Batik Carnival

Sabtu, 29 Juni 2013 | 23:56 WIB Redaksi: Weningratri

sumber foto: opojal.com
Solo Batik Carnival (SBC) kembali digelar untuk kelima kalinya. Sebanyak 250 peserta terlibat dalam pawai karnaval budaya terbesar di Solo tersebut.

Mengusung tema Methamorfosis, Solo Batik Carnival bakal menampilkan aneka motif batik dengan beragam gaya. Warga sekitar dapat menyaksikan langsung motif-motif unik dalam karnaval yang digelar di Jalan Slamet Riyadi, serta di Stadion R Maladi, Solo, Jawa Tengah, Sabtu, 30 Juni 2012.

Ketua pelaksana Solo Batik Carnival (SBC) ke V, Quintanova Rizqini mengatakan, saat pembukaan nantinya masyarakat bisa menonton dari dekat modifikasi unik baju batik yang lain dari pada biasanya.

"Pada tahun ini, konsep yang diusung berbeda dari tahun sebelumnya. Pada tahun ini, selain menyaksikan pagelaran SBC di sepanjang jalan Slamet Riyadi hingga Balai Kota, warga juga bisa melihat dengan nyaman kreasi-kreasi unik batik di dalam ruangan," jelasnya di Solo, Jawa Tengah, Jumat (29/6/2012).

Menurutnya, selain menampilkan konsep karnaval dalam ruangan tertutup, konsep Methamorfosis yang dijadikan tema dalam SBC ini ditujukan agar masyarakat mengetahui perjalanan atau tahapan pembatikan yang dimulai dari awal pengerjaan.

sumber foto: m.aktual.co
"Yaitu pemolaan motif pada kain putih atau mori dilanjutkan pada proses pemalaman pada motif yang telah digambar. Setelah itu, proses pewarnaan penghilangan malam (pelorodan) sehingga kain batik benar-benar jadi," ungkapnya.

Dalam gelaran SBC, peserta wajib merancang, memakai, dan membiayai produksi kostumnya sendiri. "Tujuannya agar penyelenggaraan ini tidak hanya sekadar penyelenggaraan semata, tapi juga membentuk orang yang kreatif dan mandiri dalam membuat kostum hingga mempresentasikannya" jelasnya.

Untuk mendukung gelaran tersebut, acara akan dibagi dalam empat bagian yang disebut dengan Meta, yakni meta satu hingga empat. Meta tersebut untuk menggambarkan proses penciptaan dan metamorfosis batik. Ini untuk memudahkan masyarakat mengetahui proses pembatikan sejak awal.
Dirinya berharap, gelaran SBC ini bisa dikenal sampai tingkat internasional layaknya Carnival di Pasadena, Brasil. Harapannya, SBC selanjutnya tidak hanya diikuti dari dalam negeri saja, namun juga ada peserta yang datang dari luar negeri.
sumber foto: news.viva.co

Sumber : jakarta.okezone.com

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Terbaru

 
Copyright © 2013. Kitakemana.net - First Blog Portal and Travel News in Indonesia
Website Created by #gembelpacker
Powered by Blogger