Jumat, 28 Juni 2013

Wisata Tersembunyi Di Kota Hujan

Jumat, 28 Juni 2013 | 10:36 WIB Redaksi: Unknown


       Wisata, banyak cerita tentang wisata, dari pendapat beberapa ahli kesehatan ternyata banyak manfaat yang diambil dari melakukan perjalanan wisata. Selain memberikan rasa fres juga sangat baik bagi perkembangan kejiwaan. Makanya banyak orang luar melakukan perjalanan wisata kenegeri orang termasuk Indonesia salah satunya yang menjadi peta wisata bagi orang-orang luar. Karena semua orang tahu kalau negara kita ini kaya akan kekayaan alam baik yang terlihat yang sudah menjadi taman-taman wisata maupun yang masih asri yang belum terjamah oleh pemkot ataupun pemda setempat.

Tak heran bagi para turis mancanegara sangat senang datang ke Indonesia yang katanya seperti hamparan surga. Bagi mereka kocek tidak menjadi masalah, yang penting mereka dapat menikmati kesegaran alam surga ini. Nah bagaimana dengan kita ?

Melakukan rekreasi tidak harus yang mahal, banyak tempat-tempat wisata dinegeri kita ini yang kaya akan panorama alamnya baik yang sudah ditata sebagai tempat wisata maupun yang masih perawan oleh campur tangan para pengelola wisata.
Saya akan mengajak anda menuju sebuah tempat dimana alam akan mengantarkan anda menuju tempat-tempat yang sarat akan keunikannya.


Curug Cigamea, orang belum banyak yang tahu tempat wisata yang cukup tersembunyi, baik dari kalangan elit maupun para pengusaha pengelola taman rekreasi.Letaknya sebelah barat dari kota Bogor, selain mempunyai potensi yang alami Curug Cigamea banyak menyimpan tanaman-tanaman yang bermanfaat untuk pengobatan juga sebagai tanaman hias khas kota Bogor fakis salah satunya.

Dalam buku panduan wisata atau peta para wisatawan mungkin wilayah ini tidak ada dalam saku atau travel bag mereka, sebab daerah ini masih asri dan lumayan terpencil dari kota Bogor. Untuk kesana kita tidak perlu membeli harga tiket karena tempat itu boleh dikunjungi oleh siapa saja asal jangan ada yang ikut campur soal urusan kekayaan alamnya meskipun ada beberapa penambang emas gurandil yang illegal tapi mereka tetap menjaga kelestarian alam sekitar.

Pada hari-hari tertentu banyak pula para pengunjung yang mengetahui dari mulut-kemulut. Untuk melihat tempat tersebut. Ada yang sekedar mampir untuk sekedar tahu, dan tak heran kalau tempat itu dijadikan tempat wisata bagi para tamu yang berkunjung ketempat tersebut ketika berkunjung kerumah famili.

Bagi para penduduk setempat tidak lagi heran pemandangan tersebut, sebab mereka pun ikut berbaur dalam aktifitasnya sehari-hari. Mencari kayu bakar atau rumput untuk ternak mereka. Ada yang mencari ikan ataupun memancing sangat mengasyikan sambil ditemani seorang gadis manis kekasih pujaan hatinya.Meskipun mereka agak jauh dari rumahnya tapi mereka sangat bersemangat meskipun harus berjalan kaki dan menuruni tebing yang lumayan sangat tinggi. Karena lokasi ini dibawah lembah kaki gunung Bubud dialiri sepanjang sungai Cianten. Kalau kita melihat dari atas perkampungan setempat, nampak sekali pemanadangan yang sangat menakjubkan. Diapit oleh dua buah tebing sebagai pembatas kampung yang bersebrangan dengan aliran sungai tersebut.

Dibawah sanalah tempat wisata tersebut tersembunyi diantara dua buah tebing yang sangat tinggi dan terjal. Disanalah air terjun mengalir dengan ketinggian yang lumayan sangat tinggi. Curug Cigamea , penduduk
tersebut menamakan tempat itu yang artinya air terjun pembuangan sungai Cigamea yang jatuh kesungai Cianten.


Kalau kita menelusuri terus sungai Cianten tersebut kearah selatan berlawanan dengan arus sungai dengan cara melompat dari bebatuan yang sangat besar, dan ini merupakan sebuah perjalan yang sangat menanatang bagi para petualang. Karena selain harus hati-hati kita harus jeli memilih batu-batu yang akan kita lewati. Salah-salah kita terpeleset dan terjebur. Kita akan sampai pada sebuah kobakan (kolam kecil) yang membuat kita tercengang jika kita celupkan wajah kita dan kita akan Wisata, banyak cerita tentang wisata, dari pendapat beberapa ahli kesehatan ternyata banyak manfaat yang diambil dari melakukan perjalanan wisata. Selain memberikan rasa fres juga sangat baik bagi perkembangan kejiwaan. 

Makanya banyak orang luar melakukan perjalanan wisata kenegeri orang termasuk Indonesia salah satunya yang menjadi peta wisata bagi orang-orang luar. Karena semua orang tahu kalau negara kita ini kaya akan kekayaan alam baik yang terlihat yang sudah menjadi taman-taman wisata maupun yang masih asri yang belum terjamah oleh pemkot ataupun pemda setempat.melihat dasar kolam tersebut penuh dengan kepingan uang logam yang berwarana perak.

Kolam tersebut tidak begitu besar dan tidak terlalu dalam. Luasnya hanya dua meter persegi dengan kedalam selutut kaki kita. Airnya sangat jernih dan dihiasi dengan alam sekelilingnya diatas tebing seperti pahatan-pahatn para seniman yang mangagumkan.


Konon kobakan tesebut mempunyai cerita tersendiri meskipun sumbernya tidak ada yang tahu asal muasalnya tapi kira-kira salah satu penduduk tersebut pernah mengatakan, yaitu tatkala seorang putri raja dikejar-kejar oleh para tentara kerajan karena dituduh membelot perintah sang raja dengan cara menyembunyikan harta kerajaan yaitu beberapa kepingan uang perak.. Sang putri melarikan diri kehutan tersebut yang menyebabkan ia terjatuh kedalam jurang bersama harta yaitu kepingan uang perak tersebut. Sampai akhirnya sang putri menghilang entah kemana. Para tentara kerajaan mengira sang putri sudah tewas kedalam jurang. Hingga suatu ketika sang permaisuri menangisi tempat menghilangnya sang putri, konon air matanya menetes kedalam kobakan tersebut hingga air tersebut menjadi sebuah kolam bayang-bayang penyesalan sang permaisuri.

Tempat itulah yang saat ini menjadi sebuah tanda tanya dari cerita tersebut. 
Kalangkang duit, demikian penduduk setempat menamakan kolam tersebut. Sayang tempat itu hanya sebuah legenda yang berlalu dan sekarang hanya sebagai kobakan yang dibiarkan tanpa cerita seperti sebuah dongeng pengantar tidur yang dilupakan orang setelah dewasa.
Sangat disayangkan kalau warisan kebudayaan tersebut tidak dihiraukan oleh kita sebagai generasi yang berkebudayaan .

Sumber : www.wisata.kompasiana.com

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Terbaru

 
Copyright © 2013. Kitakemana.net - First Blog Portal and Travel News in Indonesia
Website Created by #gembelpacker
Powered by Blogger