Rabu, 03 Juli 2013

Berkencan dengan Biawak di Indramayu

Rabu, 03 Juli 2013 | 16:19 WIB Redaksi: Weningratri

Empat puluh kilometer dari garis pantai Kabupaten Indramayu terdapat sebuah pulau cantik seluas 120 hektar yang dinamai Pulau Biawak. Sesuai namanya, pulau ini memang merupakan habitat biawak (Varanus salvator), sejenis reptil pemakan daging yang konon sudah ada di pulau ini lebih dari seabad yang lalu.

Keindahan alam di Pulau Biawak termasuk dalam kategori “virgin forest” yang artinya hutan perawan. Memang, hutan dan alam di tempat ini masih betul-betul terjaga, baik yang diatas maupun yang di bawah lautnya.

Selain indah, di Pulau Biawak juga terdapat peninggalan Belanda berupa mercusuar setinggi 65 meter, yang didirikan pada tahun 1872 pada masa pemerintahan ZM Willem II. Mercusuar ini masih digunakan untuk memandu kapal-kapal yang berlayar di utara Jawa.



Oya, ada satu hal lagi, pulau ini terkenal mistis. Tidak sedikit pengunjung yang datang dengan tujuan mencari kekayaan, meminta kekuatan gaib dan semacamnya. Tidak heran, bila banyak pelancong yang mengaku bertemu dengan “hal-hal aneh” saat bertandang kesini. Tapi jangan takut datang kalau niat kita baik, dan menjaga etika bertamu selama berada di tempat ini.

Pulau Biawak punya beberapa sebutan, seperti Pulau Rakit, Pulau Menyawak atau Pulau Bompyis. Ada tiga pulau sebenarnya yang terdapat dalam gugusan kepulauan ini, yaitu Pulau Biawak, Pulau Gosong dan Candikian. Tapi dari ketiganya, hanya Pulau Biawak yang merupakan pulau utuh, lainnya hanya berupa pulau karang (atol) yang tak berpenghuni.

Meski kosong, Pulau Gosong kerap dikunjungi karena keunikannya. Bentuknya yang melingkar dan bolong seperti donut/cincin membuat pulau ini menarik bagi banyak penyelam. Mereka ingin melihat keindahan alam yang tersembunyi dibagian pulau yang terendam (bagian tengah cincin). Sayangnya, sudah banyak kerusakan yang terjadi akibat pengerukan yang dilakukan oleh salah satu perusahaan minyak di tahun 1980-an.


Pulau ini sangat sunyi. Armada yang mengantar pengunjung ke Pulau Biawak belum banyak. Biasanya para pelancong menyewa kapal nelayan yang biasa mencari ikan di laut Indramayu. Kita bisa mencapai lokasi ini setelah berlayar selama kurang lebih 4 jam dengan kapal sewaan ini. Dana yang perlu disediakan untuk bisa melancong kesini sekitar Rp. 700-800 ribuan (ini standar minimal lho, jangan dijadikan patokan resmi).

Sumber: SukaJalan 

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Terbaru

 
Copyright © 2013. Kitakemana.net - First Blog Portal and Travel News in Indonesia
Website Created by #gembelpacker
Powered by Blogger