Air terjun Git-Git hanya salah satu air terjun dari sekian banyak air terjun lainnya di Desa Git-Git
KitaKemana.net, Bali - Siang itu cukup terik di dataran tinggi bumi Bali. Yah, kali ini saya berada di wilayah utara Bali, persisnya di desa Git-Git Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Sekitar 70 KM dari kota Denpasar. Jika dari Bandara Ngurah Rai kurang lebih 3 jam perjalanan. Daerah ini cukup tropis karena bisa dikatakan wilayahnya pedesaan dengan hutan yang luas. Jika pernah mendengar Kota Brastagi di Sumatea Utara, Desa Git-Git juga seperti itu. Udara disini dingin sehingga badan tidak gerah walau di outdoor.
Air terjun Git-Git tidak sulit untuk ditemukan, dari jalan raya desa Git-Git, cukup berjalan lewat penunjuk jalan yang telah ada menuju ke lokasi. Air terjun ini terletak di desa Git-Git yang tidak jauh dari pemukiman masyarakat sekitar. Menuruni anak tangga dan menyebrangi jembatan adalah rute yang akan ditempuh. Menuju air terjun butuh waktu sekitar 20 menit berjalan kaki. Namun jangan cepat menyerah Karena akan banyak hal yang menarik yang bisa anda temui sepanjang jalanan menuju titik air terjun. Anda anda temui sawah yang luas di kiri jalan menuju ke air terjun. Jika waktunya tepat anda dapat melihat padi yang sedang menguning yang mempercantik desa Git-Git. Banyak toko souvenir di sepanjang lorong-lorong yang memajang hasil kerajinan tangan mereka untuk para pengunjung. Kemudian warung makan dan kafe untuk sekedar melepas dahaga usai trekking.
Dari jarak 100 meter dari titik air terjun akan terlihat jelas badan air terjun yang jatuh dari pegunungan yang hijau. Sempatkan berfoto di lokasi ini. Jika turun sedikit lagi ke dasar sungai, anda akan merasakan semburan air terjun yang seperti gerimis dan dinginnya pun akan semakin terasa. Siap menyebur? Silahkan, namun tetap hati-hati karena banyak batu tajam di sekitaran muara air terjun.
Menikmati dinginnya air terjun itu membuat saya menggigil namun sensasi ini harus tetap dinikmati. Dinginnya buat segar karena jarang-jarang bisa menikmati kesegaran seperti ini. Walau pegal mengingat rute yang ditempuh tetapi terbayar dengan kesejukan Air terjun Git-Git. Ciptaan yang kuasa memang luar biasa. Sekali lagi, setiap sisi Bali memang punya pesona tersendiri.
Masyarakat Desa Git-Git menggantungkan hidup mereka dengan berdagang kerajinan
Hamparan sawah menuju Air terjun di Desa Git-Git. Foto oleh Rico Sinaga
Catatan untuk para traveler:
*Tiket masuk ke Git-Git Waterfall hanya 5 ribu rupiah.
*Sebaiknya menggunakan sandal gunung karena jalanan licin.
*Sebaikknya bawa minuman dari rute start karena anda akan kehausan.
*Jangan buang sampah sembarangan yah di desa Git-Git agar tidak tercemar.
*Jangan buang sampah sembarangan yah di desa Git-Git agar tidak tercemar.










0 komentar:
Posting Komentar